Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung tidak percaya dengan ucapan Jusuf Kalla (JK) yang menyatakan 80 persen kader Golkar akan membelot dan memilih mendukung Jokowi – JK ketimbang Prabowo – Hatta. Menurut Akbar, loyalis JK di Golkar hanya ada di wilayah Timur Indonesia.
“Itu kan harus ada penelitian. Kalau saya boleh berpendapat, Ya saya tidak percaya. Ya yakin mayoritas kader Golkar memilih Prabowo – Hatta sesuai dengan keputusan partai,” ujar Akbar saat menghadiri sidang Anas Urbaningrum di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (6/6).
Dia yakin, JK hanya dipilih sebagian kecil kader Golkar khususnya yang berada di wilayah timur Indonesia. Mayoritas tetap akan mengikuti aturan partai yang memilih mendukung pasangan Prabowo – Hatta.
“Memang untuk Pak JK saya juga tak mengingkari bahwa ada yang memilih dia khususnya di daerah timur, lebih khusus lagi di daerah Sulawesi Selatan dan saya yakin itu tentu akan banyak memilih dia. Tapi sebagian besar saya yakin kader Golkar memilih pasangan Prabowo-Hatta sesuai dengan keputusan partai,” tegas dia.
Selain itu, lanjut dia, Prabowo bukanlah orang baru di Golkar. Sehingga dia menampik ucapan JK yang bilang 80 persen kader akan membelot ke Jokowi – JK.
“Kedua Prabowo bukan orang baru yang selama ini memiliki hubungan khusus dengan Partai Golkar. Prabowo juga merupakan keluarga besar Golkar dan dia juga pernah ikut konvensi 2004 Partai Golkar. Kemudian daripada itu saya yakin juga Prabowo akan mengajak Partai Golkar untuk memperkuat pemerintahan ke depan,” pungkasnya.
Sebelumnya, JK merasa yakin bahwa 80 persen kader Golkar akan memilih Jokowi – JK. Dia menilai tak masalah jika kader Golkar lebih memilih tokoh Golkar ketimbang memilih orang lain.
“Kalau orang Golkar lebih menyukai kader Golkar sendiri, apa yang salah?” kata Kalla dalam penerbangan menuju Surabaya Ahad dua pekan lalu. “Dibanding memilih ketua partai lain?” kata JK kepada merdeka.com dalam penerbangan menuju Surabaya Ahad dua pekan lalu.
“Mungkin sebagian besar berpikiran seperti itu. Marilah kita pilih kader Golkar sendiri. Menurut saya bisa sampai 80 persen lah,” tutur dia.
Sumber: Merdeka.com