Agung Laksono
Menteri Agama (Menag) ad interim (sementara) Agung Laksono
berharap segera ada Menteri Agama yang baru yang bisa menggantikan
posisinya. Alasannya, sudah banyak tugas yang harus dikerjakan oleh
menteri baru.
“Saya berharap penetapan menteri baru lebih cepat dilakukan sesuai dengan tugas sebelumnya dari Suryadharma Ali (mantan Menag, Red) yaitu penyelengaraan haji, RUU pengelolaan keuangan haji, RUU jaminan produk halal. Jadi perlu segera dipilih menteri yang baru untuk menyelesaikan tugas-tugas itu,” kata Agung di Istana Presiden, Jakarta, Senin (2/6).
Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu menjelaskan sesuai Keputusan Presiden (Kepres), tugasnya hanya sementara yaitu menghantar menteri terpilih. Setelah itu dia hanya fokus di tugas sebagai Menko Kesra.
“Harus diganti menteri baru. Saya hanya mengantar saja. Saya menjabat pelaksana tugas (Plt) sampai diangkat menteri agama definif,” jelas Agung yang juga Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini.
Saat ditanya siapa menteri yang akan ditunjuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ia memprediksi kemungkinan masih dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Pasalnya, Suryadharma Ali berasal dari PPP.
“Kemungkinan besar dari PPP. Tapi itu hak preogratif presiden,” tuturnya.
Sumber: Suara Pembaruan
“Saya berharap penetapan menteri baru lebih cepat dilakukan sesuai dengan tugas sebelumnya dari Suryadharma Ali (mantan Menag, Red) yaitu penyelengaraan haji, RUU pengelolaan keuangan haji, RUU jaminan produk halal. Jadi perlu segera dipilih menteri yang baru untuk menyelesaikan tugas-tugas itu,” kata Agung di Istana Presiden, Jakarta, Senin (2/6).
Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu menjelaskan sesuai Keputusan Presiden (Kepres), tugasnya hanya sementara yaitu menghantar menteri terpilih. Setelah itu dia hanya fokus di tugas sebagai Menko Kesra.
“Harus diganti menteri baru. Saya hanya mengantar saja. Saya menjabat pelaksana tugas (Plt) sampai diangkat menteri agama definif,” jelas Agung yang juga Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini.
Saat ditanya siapa menteri yang akan ditunjuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ia memprediksi kemungkinan masih dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Pasalnya, Suryadharma Ali berasal dari PPP.
“Kemungkinan besar dari PPP. Tapi itu hak preogratif presiden,” tuturnya.
Sumber: Suara Pembaruan