JAKARTA, MEDIA CENTER - Anggota
DPR dari Partai Golkar Nurdiman Munir mengungkapkan tindakan
penyelewengan Pemilu legislatif 2014dilakukan secara masif, sistematis
dan terstruktur oleh oknum penyelenggara Pemilu.
“Kenapa Bawaslu dan pihak yang
bertanggung jawab mengawasi Pemilu membiarkan kasus penyelewengan ini,”
ujarnya saat Rapat Paripurna di Gedung Nusantara II, Senin, (12/5).
Menurutnya, apabila kejadian ini
berlangsung seperti yang kita lihat maka anggota DPR yang akan datang
tidak akan di pandang orang karena mereka menduduki kursi haram, dengan
cara kotor dan melanggar aturan, bahkan melakukan tindak pidana pemilu
serta korupsi.”Perlu ditekankan tindak pidana Pemilu bukan delik aduan
tanpa adanya pelaporanpun Bawaslu dan pihak berwenang punya kewajiban
melaksanakan tindakan terhadap penyelewengan tersebut,” katanya.
Dia menambahkan, perlu segera ditangani
secara serius. Karena itu, Komisi II perlu mengawasi dan menanyakan
langsung terkait penyelenggaraan Pemilu ini. Begitu juga Komisi III akan
melihat dari sisi hukumnya.
Sementara Anggota DPR Parlindungan
Hutabarat (Fraksi Demokrat) mendesak para pimpinan Dewan untuk segera
memanggil Bawaslu, KPU termasuk Polri terkait penyelewengan Pemilu.
“Bahkan kalau perlu segera dibikin Pansus terhadap penyelewengan ini,”
tegasnya.
Menurutnya, banyak oknum penyelenggara
Pemilu tidak segan meminta langsung kepada para Caleg terkait pembelian
suara ini. “Berdasarkan pengamatan dilapangan Bawaslu isinya orang-orang
yang tidak bermoral, begitu juga KPU, penyelewengan ini dilakukan
sistemik terstruktur dan masif,” ujarnya dengan nada tinggi.
Sumber: citizenjurnalism.com