Terpecahnya kubu internal Golkar menjadi bahan pertanyaan mengenai suara Golkar di Indonesia Timur. Diketahui, kubu Golkar yang mendukung Jokowi, yakin Indonesia Timur bakal menjadi salah lumbung suara mengingat pasangan Jokowi, Jusuf Kalla berasa dari Makasar.
Namun, Wasekjen DPP Golkar dan Juru Debat Tim Sukses pasangan Prabowo-Hatta, Musfihin Dahlan mengaku asal Jusuf Kalla tidak memengaruhi suara Golkar di Indonesia Timur.
Menurut Musfihin, Jusuf Kalla naik menjadi cawapres bukan dari Partai Golkar. “Memang JK dari makasar, tapi JK sendiri tidak calon dari Golkar,” kata dia, Jumat (30/5).
Ia melanjutkan, apalagi JK pernah mengatakan, JK ‘besar’ bukan dari Golkar tapi sebagai profesional dalam bidang bisnis. Makanya, ketika ia memimpin Golkar pada 2009, Golkar kalah dalam pemilihan presiden.
Selain itu, Golkar merupakan organisasi yang mengedepankan struktural kader dan mekanisme kepartaian. Dan secara bulat sudah mendukung Prabowo-Hatta. “Struktur di Golkar itu lebih berperan. Mesin politik itu lebih bekerja,” kata Musfihin.
Alhasil, Musfihin tidak khawatir dengan suara Golkar di Indonesia Timur. Menurut dia, kader Golkar yang memilih akan melihat keputusan partai karena menghargai mekanisme dan struktural kader tersebut.
Ia tidak mengambil soal mengenai sejumlah kader Golkar yang membelot yang mengaku suara Prabowo akan kecil di Indonesia Timur karena adanya faktor JK.
“Biasa itu ada yang klaim seperti itu, tapi kan kenyataan tidak seperti itu. Loyalitas pemilih Golkar di Indonesia Timur memilih atas keputusan partai dan itu tidak perlu diragukan,” kata dia.
Musfihin menambahkan, sikap kader yang memiliki loyalitas kepada keputusan Golkar sudah menjadi karakter kader itu sendiri. “Dan Karakter massa Golkar seperti itu sudah sejak orde baru,” kata dia.
Sumber: republika.co.id